// you’re reading...

Diary

Ramadhan di Osaka

Tahun ini cukup unik, karena menjadi pengalaman pertama saya melewati Ramadhan di negeri Sakura. Alhamdulillah, Osaka yang merupakan tempat tinggal saya, merupakan komunitas yang hangat dan bersemangat dalam menyambut Ramadhan.

Buka Puasa Bersama

Ramadhan tentu saja wajib diisi dengan buka puasa bersama. Tidak terkecuali di Osaka. Bagi para pelajar, buka puasa bersama diinisiasi oleh organisasi Muslim Osaka. Acara ini ini diadakan seminggu sekali, sehingga selama Ramadhan dilakukan total sebanyak empat kali. Acara ini selalu saja ramai (apalagi kalau menjelang maghrib). Peserta yang datang juga selalu berjubel, berkisar 30-40 orang.

Makanan yang dihidangkan pun bervariasi. Ueda-san misalnya, selalu membawa sekotak onigiri udang. Bu Herman dan Uni, biasanya menghidangkan masakan dan minuman ala Padang, seperti Jus Timun, Rendang, dll.

Acara dilakukan di tempat bernama Taiyou no Ie. Sesudah buka puasa diikuti dengan makan malam. Lalu, ada seorang peserta yang ditunjuk untuk mengisi kultum. Setelah kultum berakhir dilanjutkan dengan shalat isya dan tarawih. Terakhir, setelah tarawih ditutup dengan hidangan ‘pencuci mulut’. Bila ada ustadz yang hadir ke Osaka, maka sebelum berbuka puasa diisi oleh materi yang disampaikan Ustadz tersebut.

Yang namanya acara tentu saja tidak sempurna. Kebetulan, setiap melakukan buka puasa bersama, ada juga yang melakukan latihan karate. Mereka komplain karena 2 hal, yang pertama karena keributan anak-anak, yang kedua karena air yang berceceran di wastafel sesudah mengambil wudhu. Sementara itu, komplain dari tetangga disebabkan oleh “bau yang menusuk”. Mungkin dikarenakan oleh sebakul rendang yang menunggu disantap saat makan malam.

Iedul Fitri

Iedul Fitri dilakukan di Kobe. Konsulat Jenderal Indonesia di Osaka menyewa sebuah hall untuk menampung jamaah shalat Iedul Fitri sebanyak 900 orang. Penataan hall untuk shalat Ied dilakukan sehari sebelumnya. Yang bertugas menjadi khatib adalah Dr. Khairul Anwar, sementara yang menjadi imam adalah Dr. Bagus.

Setelah shalat Ied, ada pembagian bento. Sambil menyantap bento yang disediakan, diadakan pembagian buku gratis untuk para kenshuusei (pekerja) dan untuk anak-anak. Sementara itu, total infaq dari kencleng yang diedarkan berjumlah sekitar 30 juta rupiah.

Di luar, ada stand yang mempromosikan kartu telepon Indonesia. Hadiahnya lumayan, telepon gratis 15 menit ke Indonesia dan sebuah kompas. Pengunjung bisa memilih hadiah lain, seperti kaos, misalnya.

Setelah itu, para pengunjung pulang untuk kembali bekerja, atau merayakan Iedul Fitri bersama teman-temannya.

Discussion

3 comments for “Ramadhan di Osaka”

  1. pnya ym g?

    kyknya msi bnyk bgt yg mw aq tnyain ni,,
    aq bnr2 butuh sumber buat ngerti kondisi kuliah d jepang.
    sya butuh koneksi dan informasiii. . .

    mksi.

    blsnya k email saya aj y,
    ayoe_dadu27@yahoo.co.id
    mksii
    :)

    Posted by ayu | December 4, 2008, 10:51 am
  2. salm kenal mas :)

    Posted by Alexhappy | December 15, 2008, 10:00 am
  3. Aku ingin membantu muslim dalam doa dzikir mistik(albuni/sadzili)tasauf yg diringkas untuk peminat muslim dan hendak dilakukan dg komunitas muslim osaka Jepang mohon ditanggapi muslim osaka

    Posted by Marwan S | September 10, 2009, 4:48 pm

Post a comment

Your Ad Here

Most Emailed