<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Uqi`s Life Note &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://ismailfaruqi.jepang.info/category/islam/id/feed/id/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailfaruqi.jepang.info</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 01:47:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Penyakit Sang Koruptor</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/01/06/penyakit-sang-koruptor/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/01/06/penyakit-sang-koruptor/id/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 02:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[penyakit soeharto korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2008/01/06/penyakit-sang-koruptor/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, headline semua koran kompak satu tema: Soeharto. &#8220;Soeharto Sudah Dapat Tersenyum&#8221;, begitu tertulis di Kompas.
Heran saya. Kok bisa, orang tersenyum bisa masuk koran. Setelah saya cek, Oo&#8230; ternyata karena ia mengidap komplikasi yang&#8230; saya sendiri ragu masih bisa tersenyum atau tidak kalau mengidapnya.
Berikut ini adalah list kronologis  penyakit Soeharto:

Stroke ringan (1999-07)
Ambeien (1999-08)
Gangguan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, headline semua koran kompak satu tema: Soeharto. &#8220;Soeharto Sudah Dapat Tersenyum&#8221;, begitu tertulis di Kompas.</p>
<p>Heran saya. Kok bisa, orang tersenyum bisa masuk koran. Setelah saya cek, Oo&#8230; ternyata karena ia mengidap komplikasi yang&#8230; saya sendiri ragu masih bisa tersenyum atau tidak kalau mengidapnya.</p>
<p>Berikut ini adalah list kronologis  penyakit Soeharto:</p>
<ol>
<li>Stroke ringan (1999-07)</li>
<li>Ambeien (1999-08)</li>
<li>Gangguan Otak (2000-03 s/d 2000-09)</li>
<li>Anfal dan Sesak Nafas (2000-11)</li>
<li>Usus Buntu (2001-02)</li>
<li>Gangguan Jantung (2001-06)</li>
<li>Radang Paru-paru (2001-12)</li>
<li>Pendarahan Usus Besar (2004-04)</li>
<li>Pendarahan Saluran Cerna (2006-05)</li>
<li>Penyumbatan Pembuluh Darah Otak (2006-05)</li>
<li>Tubuh Membengkak (2008-01)</li>
</ol>
<p>Kalau melihat ini, menurut konsep Islam sepertinya Allah masih sayang pada Soeharto. Dia ingin menghapuskan dosa Soeharto dengan mengujinya oleh berbagai macam penyakit. Pertanyaannya, sebesar apakah dosanya sampai didera penyakit begitu rupa???</p>
<p>Ya Allah, sebagian dari kami (IF2003) sudah mulai bekerja. Berikan kami kekuatan agar dapat terhindar dari dosa mencuri yang bukan hak kami. Dan ampuni kami atas dosa kami yang terdahulu&#8230;</p>
<p>P.S: Di negeri ini, tidak heran apabila orang yang akan diperiksa tiba-tiba sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/01/06/penyakit-sang-koruptor/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DORRR!!!</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/09/12/dorrr/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/09/12/dorrr/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 11:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/09/12/dorrr/</guid>
		<description><![CDATA[


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/09/mari-berlari.jpg" title="Mari Berlari"></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/09/mari-berlari.jpg" alt="Mari Berlari" /></p>
<p></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/09/12/dorrr/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Pemimpin = Memilih Pasangan</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/29/memilih-pemimpin-memilih-pasangan/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/29/memilih-pemimpin-memilih-pasangan/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 16:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/08/29/memilih-pemimpin-memilih-pasangan/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah berpesan agar kita memilih pasangan berdasarkan empat kriteria:

Penampilan
Keturunan
Harta
Agama

Ehm, siapa yang tidak mau berjodoh dengan orang yang memiliki keempat hal tersebut bersamaan. Beruntunglah ia yang bisa bersanding dengan orang seperti itu. Sayang, karena orang seperti itu sangatlah *langka*, maka dalam menentukan pasangan Rasul berpesan agar kita memprioritaskan pemahaman agama calon pasangan kita. Jadi, agar hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah berpesan agar kita memilih pasangan berdasarkan empat kriteria:</p>
<ol>
<li>Penampilan</li>
<li>Keturunan</li>
<li>Harta</li>
<li>Agama</li>
</ol>
<p>Ehm, siapa yang tidak mau berjodoh dengan orang yang memiliki keempat hal tersebut bersamaan. Beruntunglah ia yang bisa bersanding dengan orang seperti itu. Sayang, karena orang seperti itu sangatlah *langka*, maka dalam menentukan pasangan Rasul berpesan agar kita memprioritaskan pemahaman agama calon pasangan kita. Jadi, agar hidup kita bahagia dunia akhirat, pilihlah yang agamanya baik. Hal lain bisa menyusul, kira-kira begitu.</p>
<p>Yang menarik, aturan ternyata yang sama bisa diterapkan dalam memilih pemimpin lho! Ya kan? Siapa yang tidak mau pemimpin yang makmur, agamanya baik, dari keturunan yang baik, dan berpenampilan baik? Tapi karena pemimpin seperti itu langkanya minta ampun, maka kita harus memprioritaskan pilihan kita pada pemimpin yang agamanya baik. Sayang, meski banyak orang yang menyadari 4 kriteria di atas dalam memilih pasangan hidupnya, ternyata masih sedikit di Indonesia ini yang menerapkan kriteria yang sama dalam memilih pemimpin. Masih banyak orang / partai yang memilih pemimpin karena uangnya, &#8220;Loe berani setor berapa ke gue?&#8221; Kalau begitu, mana bisa berubah keadaan kita. Budaya preman akan melahirkan preman baru. Atau karena bapaknya dan ibunya pemimpin besar, tanpa melihat kualitas dirinya. Padahal kalau cuma numpang nama, anak kecil juga bisa.</p>
<p>Hal ini sangat penting, karena <em>scope </em>seorang pemimpin jauh lebih besar daripada <em>scope </em>seorang pasangan hidup. Pasangan hidup yang kita pilih mungkin hanya akan menentukan hidup kita <em>sendiri</em>. Tapi pemimpin yang kita pilih, akan menentukan hidup, kemakmuran, atau kemelaratan orang lain pula! Dan pemimpin yang memiliki probabilitas terbesar dalam membawa kebahagian rakyatnya adalah pemimpin yang memiliki pemahaman agama yang baik!</p>
<p>So, ayo kita prioritaskan pemahaman agama dalam memilih setiap pemimpin kita, baik pimpinan di kampus, kantor, gubernur, sampai&#8230;. presiden. Dan jangan lupa, berikan juga pendidikan ini pada masyarakat, agar mereka menjadi lebih cerdas dalam memilih pemimpin.</p>
<p>Memilih pemimpin = Memilih pasangan</p>
<p>Sederhana kan? <img src='http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/29/memilih-pemimpin-memilih-pasangan/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kacaunya Kalender Hijriyah Indonesia</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/07/kalender-hijriyah/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/07/kalender-hijriyah/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 02:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/02/07/kalender-hijriyah/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut saya, ada yang sakit dengan kalender umat Hijriyah. Teman-teman pasti sudah tahu penyakit itu, yakni perbedaan hari yang sangat parah setiap tahunnya, terutama saat Idul Fitri. Kadang ada tiga versi Idul Fitri. Bahkan tahun ini terjadi perbedaan pula dalam menentukan Iedul Adha. Namun yang aneh adalah kenyataan, bahwa tiba-tiba golongan-golongan yang berbeda tanggal tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, ada yang sakit dengan kalender umat Hijriyah. Teman-teman pasti sudah tahu penyakit itu, yakni perbedaan hari yang sangat parah setiap tahunnya, terutama saat Idul Fitri. Kadang ada tiga versi Idul Fitri. Bahkan tahun ini terjadi perbedaan pula dalam menentukan Iedul Adha. Namun yang aneh adalah kenyataan, bahwa tiba-tiba golongan-golongan yang berbeda tanggal tersebut bersepakat pada tanggal tahun baru Islam tanpa adanya perbedaan. Seolah-olah versi kalendar yang satu bisa ‘menyusul’ versi kalendar yang lain. Aneh bin ajaib.<br />
<span id="more-19"></span></p>
<p class="MsoNormal">Kalau begini terus, apakah kalendar Hijriyah bisa menggantikan kalendar Masehi? Mungkin kalau hanya sekedar untuk menentukan hari raya masih bisa. Namun untuk menjadwalkan sesuatu yang bersifat global, urgen, dan presisi, kalender Hijriyah sepertinya masih belum bisa dipakai. Contoh masalah tersebut adalah penjadwalan utang atau penentuan komet. Bayangkan kalau dalam menghitung utang, setiap pihak punya versi kalender yang berbeda. Hancur dunia ini.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin ada yang bertanya, “lantas kita harus memilih versi kalendar yang mana?”. Perbedaan yang ada sekarang karena ada pendapat bahwa penentuan harus dengan 1)melihat bulan dengan mata telanjang, dan 2)memakai perhitungan matematis. Dua-duanya punya dalil baik dari Al-Quran dan As-Sunnah. Shahih lagi. Dan mereka berdua sama-sama mengatakan, “kami mengikuti sunnah Nabi”. Jadi mana yang benar?</p>
<p class="MsoNormal">Bisa jadi dua-duanya benar. Akan tetapi, dari segi kepraktisan saya lebih cenderung pada perhitungan matematis. Selain bisa diprediksi secara seragam, hal itu juga memungkinkan kalendar Hijriyah dipakai untuk menghitung hal-hal penting di atas. Mungkin orang yang memilih versi (1) akan berargumen, bahwa Nabi Muhammad sendiri menyuruh untuk melihat bulan dengan mata telanjang. Nah, karena saya punya dalil juga (di Al-Quran, lagi) bahwa<em> &#8220;&#8230;bumi dan langit, masing-masing beredar pada manzilah (orbit)-nya..&#8221;</em>, lebih baik saya utarakan saja alasan dari segi logika.</p>
<p class="MsoNormal">Katanya mereka mengikuti sunnah. Apa yang didefinisikan dengan sunnah? Segala perkataan, perbuatan, dan diamnya Nabi kan?</p>
<p class="MsoNormal">Kalau <em>perbuatan</em> Nabi yang menyuruh Bilal menentukan waktu shalat dengan tombak, itu sunnah bukan?</p>
<p class="MsoNormal">Untung saja Abu Hurairah nggak nyatet itu sebagai hadits! Kalau nggak, dapat dibayangkan bagaimana repotnya dalam menentukan jadwal shalat. Nah, hari ini bagaimana kita menentukan waktu shalat? Sekarang kan kita memakai: <strong>Jadwal shalat sepanjang masa, berlaku hingga hari kiamat</strong>. Dan tidak ada pertentangan itu. Kita tidak lagi menentukan shalat memakai bayangan, meski Rasul melakukannya.</p>
<p class="MsoNormal">Jadi di dalam mengikuti Sunnah, ada kaidah <strong>&#8220;sarana yang berubah, dan tujuan yang tetap&#8221;</strong>. Nah, dalam kasus shalat, tujuannya tetap menentukan waktu shalat. Sarananya berubah, kalau dulu memakai tombak dan bayangan, kalau sekarang menggunakan jadwal-shalat-sepanjang-masa yang diukur dengan jam atom Cesium yang hanya memiliki error 1 detik per 6000 tahun. Dan pemakaian jam atom Cesium ini juga disepakati umat, karena mereka memang memahami bahwa Allah telah menciptakan alam ini dengan sempurna, <em>tanpa</em> adanya keterlambatan sedikitpun.</p>
<p class="MsoNormal">Sehingga apa salahnya memakai metode yang sama untuk memprediksi pergerakan bulan? Mengapa gerakan bulan dianggap akurat untuk shalat, tapi tidak untuk hari raya? Ataukah bulan memiliki probabilitas yang tinggi untuk berleha-leha muncul setiap tahunnya?</p>
<p class="MsoNormal">Jadi kalau umat ini belum bisa mempersatukan kalendarnya sendiri, jangan harap bisa memiliki kemampuan untuk mempersatukan fraksi-fraksi yang ada dalam sebuah daulah Islamiyah. Umat ini harus berfikir, “bagaimana bila kalendar Hijriyah dipakai dalam sistem produksi global?” sebelum gontok-gontokan mempertentangkan perbedaan Iedul Fitri dan Iedul Adha yang dapat berbeda 2 hari itu.</p>
<p class="MsoNormal"><u><strong>Pandangan Ulama Indonesia yang Aneh</strong></u><br />
Apa pendapat ulama Indonesia tentang hal ini? Ada sebagian yang merespons dengan pendapat yang aneh. Respons mereka seperti ini:</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Ah biar saja. Perbedaan seperti ini adalah rahmat.&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal"> Aneh sekali! Mereka masih menyandarkan pendapat hadits dhaif berikut:</p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8220;Al ikhitilaafun fi ummati rahmah (ketidaksepakatan di umatku adalah rahmat).&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal">Padahal hadits ini jelas-jelas bertentangan dengan al-Quran yang menyuruh kita untuk berpegang pada satu kesepakatan!</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;&#8230; dan berpegang teguhlah kamu kepada tali Allah, dan <strong>janganlah kamu berpecah belah</strong>!&#8221; (QS Ali Imran 103)</p>
<p class="MsoNormal"> Justru diwajibkannya musyawarah dalam Islam adalah untuk mencapai kesepakatan. Jadi jelas, perpecahan kalender Hijriyah di antara umat Islam bukanlah rahmat, namun fitnah! Adapun jenis perbedaan yang dapat menjadi rahmat adalah perbedaan dalam hal seperti &#8220;skill / ilmu dunia&#8221;, dimana kita didorong untuk saling melengkapi.</p>
<p class="MsoNormal">Mudah-mudahan ini bisa jadi renungan bagi umat Islam yang ingin membawa kaumnya menuju arah yang lebih baik. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/07/kalender-hijriyah/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

