<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Uqi`s Life Note &#187; Jalan-Jalan</title>
	<atom:link href="http://ismailfaruqi.jepang.info/category/jalan-jalan/id/feed/id/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailfaruqi.jepang.info</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 01:47:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Onohara Haitsu</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/onohara-haitsu/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/onohara-haitsu/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 18:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<category><![CDATA[onohara haitsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Dormitory (kos-kosan) saya bernama Onohara Haitsu. Lokasinya dekat dengan kampus, kalau naik sepeda mungkin hanya 5 menit. Letaknya juga strategis, berada tepat di atas sebuah supermarket, yang bernama Kansai Suupaa.

Onohara Haitsu memiliki 4 lantai, dimana lantai 1 dan 2 adalah parkir mobil, dan lantai 3 serta 4 adalah kamar yang disewakan. Saya sendiri tinggal di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span><em>Dormitory</em> (kos-kosan) saya bernama Onohara Haitsu. Lokasinya dekat dengan kampus, kalau naik sepeda mungkin hanya 5 menit. Letaknya juga strategis, berada tepat di atas sebuah supermarket, yang bernama Kansai Suupaa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000007.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-105 aligncenter" src="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000007.jpg?w=300" alt="Kamar Saya di Onohara Haitsu, lingkaran merah" width="300" height="168" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span>Onohara Haitsu memiliki 4 lantai, dimana lantai 1 dan 2 adalah parkir mobil, dan lantai 3 serta 4 adalah kamar yang disewakan. Saya sendiri tinggal di lantai 4. Sayangnya, meski memiliki 4 lantai, tak ada lift di dormitory ini. Bahwa saya berhasil menyeret-memikul tas bagasi saya seberat 27 kilo ke lantai 4, membuktikan bahwa Onohara Haitsu merupakan tempat yang cukup baik untuk berlatih mengangkat beban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000019.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-106 aligncenter" src="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000019.jpg?w=300" alt="Pemandangan dari lantai 4" width="300" height="225" /></a></p>
<h3><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000030.jpg"><br />
</a></h3>
<h3><span>Kecewa</span></h3>
<p class="MsoNormal"><span>Sesampainya di lantai 4 (tentu saja dengan beban 27 kg tersebut), saya segera membuka kunci kamar saya. Yang pertama kali saya rasakan adalah kekecewaan. Kekecewaan pertama dikarenakan kamar saya kosong melompong. Tidak ada perabot sama sekali. Sementara suhu di sini hanya sekitar 10 derajat C. “Bagaimana saya bisa tidur?”, pikir saya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kekecewaan kedua adalah bahwa untuk setiap 24 kamar, hanya tersedia 2 toilet dan 1 bathroom. Toilet di sini hanya jamban + tisu rol saja. Maaf buat orang Indonesia, tidak ada air untuk membersihkan kotoran. Gunakan tisu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kekecewaan ketiga adalah jeleknya benda-benda yang ada di kamar saya. Lemari baju (oshire) tidak memiliki penutup. Tidak ada pula besi untuk menggantung baju. Penghangat yang ada kotor dan rusak, berbunyi seperti genset diesel jika dinyalakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kekecewaan terakhir adalah karena saya telah membayar 100,000 yen untuk ini, sementara teman saya yang hanya membayar 50,000 yen untuk bulan ini mendapatkan fasilitas kamar seperti hotel, lengkap dengan perabot, elektronik, dan kamar mandi pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saya hanya bisa menghela nafas. Apa boleh buat. Tiba-tiba Ino-sensei berkata,<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Uki-san, sekarang dilist aja barang yang harus dibeli. Setelah ini kita akan langsung belanja bersama”, kata Ino-sensei.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saya pun segera me-list barang-barang yang akan saya beli. Tadinya saya akan membeli banyak, tapi saya teringat bahwa <span> </span>teman-teman Indonesia yang tinggal dekat sini akan memberikan barang-barang yang tidak terpakai. Sehingga akhirnya, saya hanya membeli jam dan nasi. Setelah belanja dari sana, Ino-sensei, Munekawa-san, dan Okuyama-san kembali ke lab, sehingga saya tinggal sendirian kamar.</span></p>
<h3 style="text-align:center;"><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000030.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-107 aligncenter" src="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2008/04/b-p1000030.jpg?w=300" alt="Pemandangan lain dari lantai 4" width="300" height="168" /></a></h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/onohara-haitsu/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tiba di Jepang</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/tiba-di-jepang/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/tiba-di-jepang/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 17:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[jepang monbusho bandara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Impresi pertama seorang Uqi ketika mendarat di Jepang. Udik... dingin... dan terkagum-kagum.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Sesampainya di bandara Narita di Tokyo, kami bergegas untuk menjalani prosedur imigrasi, seperti pemeriksaan paspor dan registrasi. Eh, memang dunia sempit, setelah itu saya bertemu dengan Sandy IF01. Saya diberiknya <em>onigiri</em>. <em>Onigiri</em> itu nasi kepal yang dibungkus dengan suatu daun berwarna hijau - serupa lemper. Ketika sedang makan, saya melihat Dewi-sensei sedang memakan daun hijau tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>`Lah Dewi-sensei, ngapain daun pisangnya dimakan??!` kata saya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>`Dasar,` katanya. `Ini bukan daun pisang, tapi rumput laut…`</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>`…`</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Maka setelah menyadari bahwa di-Jepang-<span style="text-decoration: underline;">tak-ada</span>-daun-pisang, kami membeli tiket bus Airport Limousine yang diperlukan untuk berpindah ke bandara Haneda (yang berada di Tokyo juga). Sambil di sana, ternyata saya juga tidak sengaja bertemu Rasyid Aqmar, alumni SMU 1 Bogor angkatan 2000. Memang benar istilah `<strong>Smunsa Bogor Everywhere</strong>`, nggak di Bandung, di Jogja, atau di Tokyo… adaa aja.. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sesudah menunggu semua anggota rombongan selesai membeli tiket, kami pamit dengan anggota Monbusho lain yang akan belajar di Tokyo. Setelah itu, kami keluar gedung untuk menuju halte bus Airport Limousine. Begitu keluar dari gedung, brrr… dingin sekali. Saya melihat thermometer, ternyata 12 derajat Celcius. Ternyata di dalam bandara lebih hangat…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rencananya, dari Haneda kami akan naik pesawat menuju bandara Itami, Osaka. Pohon-pohon sakura terlihat begitu merekah sepanjang perjalanan kami. Bagi yang pertama kali datang ke Jepang, mereka akan terkagum-kagum melihat betapa bersihnya jalan dan lingkungan sekitarnya. Bus memasuki jalan tol. Terlihat Tokyo Bay, dan juga Tokyo Disneyland. Saya berharap mudah-mudahan bisa datang ke sana waktu liburan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Setelah sekitar 40 menit, akhirnya bus tiba di bandara Haneda. Bandara ini merupakan bandara yang lebih kecil daripada bandara Internasional Narita, karena hanya melayani penerbangan lokal se-Jepang. Setibanya di sana, kami segera turun dari bus. Oh ya, meskipun jarak tempuh bus hanya sejauh Cengkareng-Halim Perdanakusumah, harga tiketnya mahal: 3000 yen (Rp 270.000). Benar-benar memecahkan rekor tiket bus termahal yang pernah saya beli, hehehe…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kami segera menelepon beberapa anggota keluarga untuk lapor bahwa kami tiba. Setelah itu, kami sedikit jalan-jalan, dan shopping, dan lalu menaiki pesawat terakhir. Pesawat yang ini lebih padat daripada yang dari Jakarta. Di setiap kursi ada LCD yang menginformasikan lokasi pesawat di atas peta, ketinggian, serta kecepatan pesawat. Saya sendiri mendapat kursi yang berada di samping jendela.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Semakin tinggi pesawat mengudara, semakin kecil pemandangan di darat terlihat. Kereta dan mobil-mobil yang sedang berjalan jadi terlihat seperti mainan. Kapal tanker yang berada di laut menjadi sekecil semut. Dari atas, saya bisa melihat betapa padatnya kota-kota di Jepang, namun juga begitu lowongnya daerah pegunungan di Jepang.</span></p>
<h3><span id="more-106"></span><strong><span>Bertemu Teman Satu Lab</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal"><span>Setelah terbang sekitar 1 jam, akhirnya pesawat mendarat juga. Sesampainya di bandara, teman-teman Indonesia dari PPI Osaka-Nara yang datang menjemput sudah menunggu di pintu keluar. Saya juga melihat sahabat saya, Euis-san, melambaikan tangan sambil memanggil nama saya. Ketika sedang menuju ke sana, eh tiba-tiba ada orang Jepang yang memegang karton bertuliskan `Mr. Uqi, from Hagihara Lab`. Wah, itu orang dari lab yang akan saya tempati! Saya segera beralih arah ke mereka, dan berkata `watashi wa Uqi desu! (saya Uqi)!`. Eh tiba-tiba saya tas saya langsung diambil mereka, dan langsung keluar dari bandara. Wah, saya belum ketemu sama teman-teman PPI! Ya sudah, saya cuma berikan sinyal bahwa saya tidak ikut rombongan PPI.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di luar tidak sedingin di Tokyo (tapi tetap saja dingin). Saya segera berkenalan dengan rekan saya se-lab tersebut. Mereka adalah: Ino-sensei (associate professor), Okuyama-san (program Master tahun pertama, selanjutnya disingkat M1), dan Munekawa-san yang juga M1. Setelah berkenalan, saya, Okuyama-san, dan Munekawa-san menunggu Ino-sensei yang pergi mengambil mobil (iya saya dijemput pake mobil). Sambil menunggu, Munekawa-san memulai pembicaraan, `nihon wa dou desu ka? Samui desu ka? (gimana Jepang? Dingin?)` saya menjawab `sou nee,,, eakon o yukkuri chiisaku dekitekurenai no? (iya nih, ac-nya bisa dikecilin dikit ga?) lalu mereka berdua ketawa kecil. Garing kali yah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Setelah beberapa saat, Ino-sensei akhirnya kembali. Wohoo, mobilnya Alfa Romeo bo. Barang bawaan saya segera ditaruh ke bagasi. Setelah itu, kami berangkat. Sepanjang jalan saya masih terkagum-kagum. Entah kenapa, bunga-bunga yang mekar berwarna-warni di musim semi begitu rapi menyatu dengan tiang-tiang rel monorail raksasa yang menjulang, suasana berkendara yang tertib, serta bersihnya kota ini. `Orang muslim itu kalah sama Jepang dalam soal kebersihan`, begitu yang sering dikatakan di Indonesia.</span></p>
<h3><strong><span>Welcome to Osaka University</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal"><span>Setelah kurang lebih 40 menit di jalan, kami memasuki gerbang Osaka University, kampus Suita. Osaka University memiliki 3 kampus yang berada di kecamatan berbeda, yakni kampus Suita, Toyonaka, dan Minoo. Kampusnya lengang, yang kemudian saya baru tahu bahwa ini sedang liburan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kami segera mencari gedung yang bernama IC Hall. Setelah ketemu, Ino-sensei segera melaporkan kedatangan saya ke sana. Berikutnya, kami ke tempat bernama Co-Op. Di sana, saya menandatangani kontrak dormitory (sambil menyerahkan 100,000 yen, huhuhu…). Setelah itu, saya menerima kupon sepeda bekas gratis. Dan terakhir, <span> </span>kami kembali ke mobil, untuk mencari Onohara Haitsu, dormitory saya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/tiba-di-jepang/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pertama Kali Naik Pesawat</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/pertama-kali-naik-pesawat/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/pertama-kali-naik-pesawat/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 06:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[pesawat jal monbukagakusho jepang kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahilladzi sakkhara lanaa haadza wa maa kunna lahu muqriniin.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di pesawat, doa di atas adalah hal yang pertama kali saya ucapkan. Diiringi doa segenap keluarga dan teman-teman, akhirnya saya diamanahi untuk belajar di Jepang via beasiswa Monbukagakusho. Bagi saya yang ndeso-dan-relatif-tidak-berprestasi ini, ini adalah kali pertama naik pesawat, sekaligus kali pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillahilladzi sakkhara lanaa haadza wa maa kunna lahu muqriniin.</em></p>
<p>Ketika pertama kali menginjakkan kaki di pesawat, doa di atas adalah hal yang pertama kali saya ucapkan. Diiringi doa segenap keluarga dan teman-teman, akhirnya saya diamanahi untuk belajar di Jepang via beasiswa Monbukagakusho. Bagi saya yang ndeso-dan-relatif-tidak-berprestasi ini, ini adalah kali pertama naik pesawat, sekaligus kali pertama ke luar negeri. Bagaimana tidak, dalam 21 tahun hidup saya selalu tinggal di Jawa Barat. Seluruh keluarga di Jawa Barat. Sekolah dari TK sampai S1 di Jawa Barat. Mana tidak pernah lolos lomba sampai taraf internasional (nasional aja enggak).</p>
<p>Pesawat yang saya naiki malam itu adalah JAL, nomor penerbangan 716, kelas Ekonomi. Harga yang tertulis di tiket hampir $2000, jurusan Cengkareng-Narita-Itami. Pertama kali saya lihat, &#8220;wah kelas ekonomi macam apa ini harganya sampai 20 juta?&#8221;. Akan tetapi, ternyata definisi &#8220;pesawat kelas ekonomi&#8221; a la Jepang berbeda dengan &#8220;pesawat kelas ekonomi&#8221; di Indonesia. Kalau pesawat kelas ekonomi-nya Jepang, anda akan mendapatkan *lebih* dari semua yang anda butuhkan. Kalau kelas ekonomi Indonesia, mungkin anda tidak anda tidak akan mendapatkan semua yang anda butuhkan (termasuk keselamatan).</p>
<p>Sesudah sampai di bandara Narita, saya masih deg-degan pada <em>take-off</em> dan <em>landing</em>-nya pesawat. Semua persiapan harus dilakukan sesempurna mungkin. Mulai dari mengencangkan ikat pinggang, mematikan alat elektronis, merapikan meja makan, dan sebagainya. Sesudah hal tersebut disiapkan, pesawat akan bergoyang-goyang, menderu-deru kencang, menekan badan, bahkan terkadang membuat mual. Hal tersebut mengingatkan saya pada kuliah.</p>
<h3>Kuliah = Penerbangan</h3>
<p>Kuliah, seperti halnya sebuah penerbangan, memiliki saat &#8220;<em>take off</em>&#8221; dan &#8220;<em>landing</em>&#8220;-nya sendiri. Saat <em>take-off</em> kuliah adalah saat dimana kita mulai masuk sekolah. Segala sesuatu harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Mulai dari pendaftaran, uang yang harus disediakan, dan ujian masuk. Persiapan ini tidak jarang memakan waktu yang lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Apalagi yang belajar di luar negeri, harus ditambah belajar bahasa pula. Kalau bahasanya Melayu sih masih mending. Nah kalau bahasanya Jepang yang hurufnya ribuan, atau bahasa Arab yang satu hal bisa memiliki sampai 50 kata, atau bahasa Yunani yang hurufnya seperti rumus matematika semua? Nah lho.</p>
<p>Saat &#8220;landing&#8221; dari sekolah adalah kelulusan. Seperti halnya &#8220;take off&#8221;, persiapan landing pun harus sempurna. Pastikan persyaratan mata kuliah terpenuhi, kerjakan skripsi/tesis, revisi berkali-kali, sampai pengurusan sidang.</p>
<p>Kadang kita terguncang saat <em>take-off</em> maupun <em>landing</em> kuliah itu. Atau tertekan, bahkan menjadi mual. Kedua hal tersebut memang menyeramkan. Namun di antara <em>take-off</em> dan <em>landing</em>, kita terbang melihat awan dan lautan. Begitu halnya sewaktu kita kuliah, kita bisa terbang dan melihat samudera pengetahuan yang teramat luas. Kadang di antara samudera pengetahuan itu ada satu tempat yang begitu cantik, yang membuat kita ingin mendarat di sana. Tempat itulah spesialisasi kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2008/04/02/pertama-kali-naik-pesawat/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Kebun Binatang Samping ITB, 1st Time</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/11/ke-kebun-binatang/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/11/ke-kebun-binatang/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 06:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/07/11/ke-kebun-binatang/</guid>
		<description><![CDATA[Saya datang, saya berfoto, saya pulang.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya datang, saya berfoto, saya pulang.</p>
<p><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/07/dsc01423-edit.jpg" title="dsc01423-edit.jpg"><img src="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/07/dsc01423-edit.jpg" alt="dsc01423-edit.jpg" height="310" width="392" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/11/ke-kebun-binatang/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rihlah ke Situ Patengan</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/20/rihlah-ke-situ-patengan/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/20/rihlah-ke-situ-patengan/id/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 03:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/05/20/rihlah-ke-situ-patengan/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, anak-anak IF 2003 kemarin sukses mengadakan rihlah ke Situ Patengan, Ciwidey. Arif Romdhoni telah membuat ulasannya, full 3 posting! Kalau mau baca, klik di sini!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, anak-anak IF 2003 kemarin sukses mengadakan rihlah ke Situ Patengan, Ciwidey. Arif Romdhoni telah membuat ulasannya, full 3 posting! Kalau mau baca, klik di <a href="http://arifromdhoni.wordpress.com/2007/05/18/rihlah-ke-situ-patengan-1/" target="_blank">sini</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/20/rihlah-ke-situ-patengan/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Semua Toko BEC Mahal</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/tidak-semua-toko-bec-mahal/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/tidak-semua-toko-bec-mahal/id/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 03:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/02/27/tidak-semua-toko-bec-mahal/</guid>
		<description><![CDATA[Toko-toko BEC identik sebagai penjual komputer yang mahal dan eksklusif. Namun dari hasil pengalaman berbelanja di BEC, ternyata tidak semua toko begitu. Ada juga toko yang menjual dengan harga wajar. Artinya, harganya sama dengan Mangga Dua. Toko-toko ini patut diketahui, supaya waktu surveimu lebih singkat. Toko mana saja sih? Kita lihat yuk!


Astrindo. Kamu akan menemui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Toko-toko BEC identik sebagai penjual komputer yang mahal dan eksklusif. Namun dari hasil pengalaman berbelanja di BEC, ternyata tidak semua toko begitu. Ada juga toko yang menjual dengan harga wajar. Artinya, harganya sama dengan <strong>Mangga Dua</strong>. Toko-toko ini patut diketahui, supaya waktu surveimu lebih singkat. Toko mana saja sih? Kita lihat yuk!<br />
<span id="more-24"></span></p>
<ol>
<li><strong>Astrindo. </strong>Kamu akan menemui toko di lt. 1 sebelah kanan ekskalator. Saya pernah membeli <em>Creative Xmod </em>di tempat ini dengan harga 700 ribu rupiah. Di gerai resmi Creative lt.2 sendiri, barang ini dihargai 850 ribu rupiah. Lumayan kan? Toko ini umumnya menjual high quality products seperti laptop Asus dan Byon, seluruh produk Asus, earphone Sennheiser, dan speaker Creative.</li>
<li><strong>System One</strong>. Kamu akan menemui toko ini sebelah timur. Mereka menawarkan <em>RAM notebook 512 MB Corsair Value </em>dengan harga 550 ribu rupiah, dan anehnya dealer Corsair di lt. 2 menjualnya dengan harga 700 ribu rupiah! Engkoh-nya anak muda, kira-kira 23 tahun. Sayang, dia jarang ke sana. Padahal dia yang paling friendly.</li>
</ol>
<p>Oh ya, artikel ini saya tulis murni berdasarkan pengalaman sendiri. Artinya, saya tidak dibayar nih. Peace!</p>
<p>Nah, sekarang lebih tenang kan belanja di BEC? Selamat berbelanja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/tidak-semua-toko-bec-mahal/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

