<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Uqi`s Life Note &#187; Puisi</title>
	<atom:link href="http://ismailfaruqi.jepang.info/category/puisi/id/feed/id/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailfaruqi.jepang.info</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 01:47:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Apakah Kita Benar-benar Telah Merdeka?</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/20/apakah-kita-benar-benar-telah-merdeka/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/20/apakah-kita-benar-benar-telah-merdeka/id/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 01:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/08/20/apakah-kita-benar-benar-telah-merdeka/</guid>
		<description><![CDATA[Apa kita telah mandiri dan berdikari?
Membangun dengan utang
Memakai produk asing
Mengekor nafsu negara adidaya
Apa kita menghargai pejuang kemerdekaan?
Menguburnya tanpa menziarahi
Menelantarkannya di usia senja
Memberinya janji kosong
Apa kita sudah bebas?
Berpendapat namun dikekang
Beribadah dituduh teroris
Apa kita sudah aman?
Mengantuk sesaat dicopet
Melalaikan sebentar dicuri
Membawa uang agak banyak disikat
Cekcok sedikit dibunuh
Mengamanahi malah dikorupsi
Apa kita sudah bahagia?
Menyusui dengan air tajin
Menyusuri dengan sandal butut
Mandi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kita telah mandiri dan berdikari?<br />
Membangun dengan utang<br />
Memakai produk asing<br />
Mengekor nafsu negara adidaya</p>
<p>Apa kita menghargai pejuang kemerdekaan?<br />
Menguburnya tanpa menziarahi<br />
Menelantarkannya di usia senja<br />
Memberinya janji kosong</p>
<p>Apa kita sudah bebas?<br />
Berpendapat namun dikekang<br />
Beribadah dituduh teroris</p>
<p>Apa kita sudah aman?<br />
Mengantuk sesaat dicopet<br />
Melalaikan sebentar dicuri<br />
Membawa uang agak banyak disikat<br />
Cekcok sedikit dibunuh<br />
Mengamanahi malah dikorupsi</p>
<p>Apa kita sudah bahagia?<br />
Menyusui dengan air tajin<br />
Menyusuri dengan sandal butut<br />
Mandi dengan air kali<br />
Makan kadang tidak dalam sehari<br />
Mendidik tanpa budi pekerti</p>
<p>Apa kita sekarang sudah merdeka?<br />
Apa beberapa tahun lagi kita masih tetap merdeka?<br />
Ataukah pulau-pulau sedikit demi sedikit akan sirna<br />
Karena gerakan separatis yang kian menggila<br />
Atau dijual membabi buta<br />
Karena tak bisa bayar utang pada mereka</p>
<p align="right"><strong>(Bandung, 20 Agustus, sebelum Pra Sidang)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/08/20/apakah-kita-benar-benar-telah-merdeka/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Paradoxical Commandments</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/16/paradoxical-commandments/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/16/paradoxical-commandments/id/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 14:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/07/16/paradoxical-commandments/</guid>
		<description><![CDATA[People are often unreasonable, illogical, and self-centered;
Forgive them anyway
If you&#8217;re kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
Be kind anyway
If you&#8217;re successful, you will win some false friends and true enemies;
Succeed  anyway
If you&#8217;re honest and frank, people may cheat you;
Be honest and frank anyway
What you spent years building, someone could destroy overnight;
Build anyway
If [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">People are often unreasonable, illogical, and self-centered;<br />
<strong>Forgive them anyway</strong></p>
<p align="center">If you&#8217;re kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;<br />
<strong>Be kind anyway</strong></p>
<p align="center">If you&#8217;re successful, you will win some false friends and true enemies;<br />
<strong>Succeed  anyway</strong></p>
<p align="center">If you&#8217;re honest and frank, people may cheat you;<br />
<strong>Be honest and frank anyway</strong></p>
<p align="center">What you spent years building, someone could destroy overnight;<br />
<strong>Build anyway</strong></p>
<p align="center">If you find serenity and happiness, they may be jealous;<br />
<strong>Be happy anyway</strong></p>
<p align="center">The good you do today, people will often forget tomorrow;<br />
<strong>Do good anyway</strong></p>
<p align="center">Give the world the best you have, and it may never be enough;<br />
<strong>Give the world the best you&#8217;ve got anyway</strong></p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left">Ini adalah puisi yang ditulis Dr. Kent M. Keith pada tahun 1968, digantungkan oleh Mother Teresa di rumah penampungan anak terlantarnya di Calcuta, India, dan diberitahukan kepada saya oleh Dr. Arief Munandar pada Training Pengembangan Diri PPSDMS hari Sabtu (14/7).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/07/16/paradoxical-commandments/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-anak Belajar dari Kehidupan</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/06/06/anak-anak-belajar-dari-kehidupan/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/06/06/anak-anak-belajar-dari-kehidupan/id/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 02:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta dan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/06/06/anak-anak-belajar-dari-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah puisi yang sangat indah tentang anak-anak. Saat ini, puisi tersebut saya jadikan &#8220;kode etik&#8221; saat mengajar anak ideologis saya (murid-murid TPA). Semoga puisi ini tetap menjadi kode etik jika sudah saatnya mendidik anak biologis saya.
Mudah-mudahan puisi ini tidak lekang dimakan waktu.

&#160;
 Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Jika anak hidup dengan kritikan, ia akan belajar untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah puisi yang sangat indah tentang anak-anak. Saat ini, puisi tersebut saya jadikan &#8220;kode etik&#8221; saat mengajar anak ideologis saya (murid-murid TPA). Semoga puisi ini tetap menjadi kode etik jika sudah saatnya mendidik anak biologis saya.</p>
<p>Mudah-mudahan puisi ini tidak lekang dimakan waktu.<br />
<span id="more-62"></span></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><strong> Anak-anak Belajar dari Kehidupan</strong></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan kritikan, ia akan belajar untuk mengutuk</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan kekerasan, ia akan belajar untuk melawan</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk menjadi pemalu</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar menghargai</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan tindakan jujur, ia akan belajar tentang keadilan</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar mempercayai</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya</em></p>
<p align="center"><em>Jika anak hidup dengan cinta dan persahabatan,</em></p>
<p align="center"><em>ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.</em></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="right"><strong>(taken from &#8220;Emotional Quality Management&#8221;) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/06/06/anak-anak-belajar-dari-kehidupan/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Hidup</title>
		<link>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/17/makna-hidup/id/</link>
		<comments>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/17/makna-hidup/id/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2007 15:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailfaruqi.wordpress.com/2007/05/17/makna-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Apa si hidup itu?
Hidup adalah syukur
Menikmati apa yang kita miliki, di tengah banyaknya orang yang memiliki tanpa bisa menikmati
Melihat ke bawah, di tengah pongahnya orang yang selalu mendongak ke atas
Betapa banyak orang lumpuh menjadi inspirasi
Mengukir karya tanpa peduli keterbatasan diri
Seolah mengejekku yang diam di tengah berlimpahnya nikmat Ilahi
 

&#160;
Hidup adalah belajar untuk tinggal bersama dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa si hidup itu?</strong></p>
<p class="MsoNormal"><em>Hidup adalah syukur</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Menikmati apa yang kita miliki, di tengah banyaknya orang yang memiliki tanpa bisa menikmati</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Melihat ke bawah, di tengah pongahnya orang yang selalu mendongak ke atas</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Betapa banyak orang lumpuh menjadi inspirasi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Mengukir karya tanpa peduli keterbatasan diri</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Seolah mengejekku yang diam di tengah berlimpahnya nikmat Ilahi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Hidup adalah belajar untuk tinggal bersama dengan langit dan bumi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Memahami ramahnya saat kita kasihi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Memahami marahnya saat kita sakiti</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Langit bumi bukanlah warisan ayah bunda yang bisa kita nikmati</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Melainkan harta tak ternilai untuk dilindungi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Agar anak cucu kita bahagia di masa depan nanti</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Hidup adalah sebuah timbangan yang harus ditegakkan</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Antara terbatasnya waktu kita dengan banyaknya amanah yang kita pikul</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Antara mendahulukan kewajiban dengan menuntut hak</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Antara memberikan yang terbaik untuk segala sesuatu dengan apa yang miliki</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Antara menunaikan yang wajib dengan menolak yang haram</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Antara menghindari yang syubhat dengan melakukan yang mubah tanpa melebihi batas</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Hidup adalah akumulasi pilihan</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Mengevaluasi masa kini dari pilihan-pilihan di masa lalu</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Merancang masa depan dengan pilihan-pilihan di masa kini</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Kadang memilih dengan teliti, kadang dengan intuisi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Tetap mengambil resikonya dan tetap menanggung konsekuensinya</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Meski hidup penuh dengan masalah</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Meski dosa dan kesalahan berulang</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Aku harus tetap bertaubat dan meminta maaf</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Maka mengambil pelajaran dari masalah</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Tiba-tiba mendewasakanku saat terbangun di esok hari</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Yang terberat bahwa hidup adalah internalisasi integritas</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Dengan kecilnya mulut kita, mengungkapkan apa yang kita yakini</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Dengan kecilnya tangan kita, berjuang untuk melakukan yang telah kita ungkapkan</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Tuhan, Engkau telah turunkan petunjuk hidup ini</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Tiada sesuatu yang Engkau ciptakan dengan sia-sia</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Maha Besar Engkau, maka lindungi aku dari api neraka</em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p align="right"><strong>Bandung, 17 Mei 2007</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailfaruqi.jepang.info/2007/05/17/makna-hidup/id/feed/id/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

